Archive for climber

Aksi rantai berlanjut dengan penghadangan kapal kedua

Anchored to the Isola Corallo © Greenpeace/Novis

Seorang pemanjat dari kapal Esperanza mulai menempati posisinya di rantai jangkat kapal tanker kedua di pelabuhan Dumai untuk mencegahnya dari memuat minyak kelapa sawit.

Kami sudah menunggu selama beberapa hari sebelum kapal Isola Corallo akhirnya muncul. Nama kapal yang unik membuat para penyelidik Greenpeace bingung dan bertanya-tanya apa kapal ini benar-benar ada. Waktu kedatanganya mundur terus dari perkiraan semula dan akhirnya sekitar jam 7.30 malam kapal itu akhirnya lego jangkar. Kami keluar dalam kegelapan dan akhirnya sampai di dekat rantai jangkar. Saat kawan pemanjat mulai menaiki rantai jangkar, para kru kapal tidak menampakkan keingintahuan mereka, tidak seperti di Gran Couva.

Mengapa kapal ini yang kami tuju? Kapal Isola Corallo adalah sebuah tanker besar yang rencananya akan memuat minyak kelapa sawit. Sama seperti Gran Couva, kapal ini juga bertujuan ke Rotterdam. Kami telah menanti kapal ini muncul karena minyak kelapa sawit yang akan diangkutnya adalah milik Sinar Mas, yang bukan hanya perusahaan minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia, tetapi juga perusahaan bubur kertas dan kertas terbesar juga. Sinar Mas adalah perusahaan yang bertanggung jawab atas pembukaan hutan besar-besaran yang dilihat oleh tim helikopter di dekat Jayapura, Papua, beberapa minggu lalu. Serta juga di Semenanjung Kampar baru-baru ini.

Malam tadi terasa panjang bagi para pemanjat dan walaupun disertai hujan, suasana sejauh ini masih cukup tenang. Tapi kapal ini akan memulai mencoba memuat minyak kelapa sawit sebentar lagi. Nah, setelah itu keadaan akan lebih seru.

Comments (8) »

Berita terbaru: Pemanjat rantai jangkar kapal dibebaskan

Berita terbaru kami yang cukup menyenangkan: pemanjat kami telah dibebaskan tanpa tuntutan, tidak dari polisi, dari Wilmar ataupun dari Gran Couva

Kami juga diminta untuk segera meninggalkan Dumai, tapi kami masih tetap di sini.

Leave a comment »

Pemanjat itu diturunkan, di depan polisi, banyak penonton dan penjual buah

A policeman pushes a Greenpeace climber down from the anchor chain of the Gran Couva © Greenpeace/Novis

polisi memaksa pemanjat itu turun dari rantai jangkar kapal Gran Couva © Greenpeace/Novis

Saya berharap kami berhasil mempertahankan pendudukan rantai jangkar setidaknya selama 24 jam dan pagi ini tampaknya kami akan berhasil. Tetapi pada akhirnya kurang 40 menit, karena pada jam 12.45 siang pemanjat kami diturunkan dari Gran Couva dan diangkut oleh polisi. Pada akhirnya, aksi kami berhasil memperlambat keberangkatan kapal Gran Couva untuk memuat minyak kelapa sawitnya, ditambah kami berhasil membuat keributan besar pada tingkat pemberitaan media lokal, nasional dan internasional tentang hubungan antara perdagangan minyak kelapa sawit dan pembukaan hutan.

Menurut koordinator logistik kami, Ric yang berada di tempat kejadian, kapal polisi berkumpul sejak pagi hari kira-kira berjumlah sekitar 60 orang. Mereka menunggu di bawah rantai jangkar. Kapal polisi sempat mengalami kecelakaan ketika masuk, bertabrakan dengan Gran Couva sebelum akhirnya mundur ke jarak aman. Kerumunan bertambah dengan datangnya kapal pompong yang menjual nanas, buah-buahan, bawang merah dan barang-barang kebutuhan lainnya, terlihat seperti toko-toko terapung kecil dan juga seperti sekumpulan penonton yang sedang menonton drama pertunjukan.

Bustar negotiates with the harbour master © Greenpeace/Rante

Bustar melakukan negosiasi dengan petugas pelabuhan © Greenpeace/Rante

Bustar keluar dari Esperanza untuk berunding dan diperlakukan seperti selebriti kecil oleh polisi—mereka mengingatnya dari kedatangan Rainbow Warrior pada tahun lalu dan banyak yang ingin berfoto bersamanya. Bahkan sepertinya ada momen pemberian hormat.

Our climber surrounded by police © Greenpeace/Rante

Pemanjat Greenpeace di kepung para polisi © Greenpeace/Rante

Tapi dengan peringatan seperti, “tolong pemanjat anda segera turun dalam waktu 15 menit atau kami turunkan dia”, tidak ada ruang untuk negosiasi dan pada akhirnya, keputusan akhir berada pada pemanjat untuk tetap tinggal.

Sebuah usaha dilakukan untuk menurunkan rantai jangkar untuk mendekatkan pemanjat kami ke polisi, tapi dia justru bergerak semakin ke atas. Akhirnya seorang polisi memanjat rantai sampai dia berada di atas aktivis kami, lalu secara bertahap mendorongnya turun sampai polisi yang lain dapat melepaskan ikatan pemanjat kami. Dia kemudian dibawa oleh polisi dan aku diberitahu kalo dia baik-baik saja.

Gran Couva langsung meninggalkan pelabuhan Dumai untuk mengantarkan 27,000 metric ton minyak kelapa sawit sampai ke Rotterdam tiga minggu lagi. Kami telah diminta untuk meninggalkan pelabuhan ketika pemanjat kami ditahan. Kami akan tetap berada disini sampai beberapa waktu lagi.

Sementara, dengarkan percakapan antara kapten Madeleine dengan syahbandar pelabuhan ketika dia diminta agar pria dalam rantai jangkar dengan sukarela pindah ke kapal lain.

Comments (2) »