Aksi rantai berlanjut dengan penghadangan kapal kedua

Anchored to the Isola Corallo © Greenpeace/Novis

Seorang pemanjat dari kapal Esperanza mulai menempati posisinya di rantai jangkat kapal tanker kedua di pelabuhan Dumai untuk mencegahnya dari memuat minyak kelapa sawit.

Kami sudah menunggu selama beberapa hari sebelum kapal Isola Corallo akhirnya muncul. Nama kapal yang unik membuat para penyelidik Greenpeace bingung dan bertanya-tanya apa kapal ini benar-benar ada. Waktu kedatanganya mundur terus dari perkiraan semula dan akhirnya sekitar jam 7.30 malam kapal itu akhirnya lego jangkar. Kami keluar dalam kegelapan dan akhirnya sampai di dekat rantai jangkar. Saat kawan pemanjat mulai menaiki rantai jangkar, para kru kapal tidak menampakkan keingintahuan mereka, tidak seperti di Gran Couva.

Mengapa kapal ini yang kami tuju? Kapal Isola Corallo adalah sebuah tanker besar yang rencananya akan memuat minyak kelapa sawit. Sama seperti Gran Couva, kapal ini juga bertujuan ke Rotterdam. Kami telah menanti kapal ini muncul karena minyak kelapa sawit yang akan diangkutnya adalah milik Sinar Mas, yang bukan hanya perusahaan minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia, tetapi juga perusahaan bubur kertas dan kertas terbesar juga. Sinar Mas adalah perusahaan yang bertanggung jawab atas pembukaan hutan besar-besaran yang dilihat oleh tim helikopter di dekat Jayapura, Papua, beberapa minggu lalu. Serta juga di Semenanjung Kampar baru-baru ini.

Malam tadi terasa panjang bagi para pemanjat dan walaupun disertai hujan, suasana sejauh ini masih cukup tenang. Tapi kapal ini akan memulai mencoba memuat minyak kelapa sawit sebentar lagi. Nah, setelah itu keadaan akan lebih seru.

8 Tanggapan so far »

  1. 1

    Marwan said,

    Aksinya mantap dan kreatif, salut. Maju terus Greenpeace memperjuangkan upaya pelestarian lingkungan hidup. Kami bersamamu.

    Salam Hijau
    http://www.greenpressnetwork.blogspot.com

  2. 2

    galih said,

    nice,good!
    tapi yang disayangkan tindakan penendangan jatuh pemanjat oleh aparat
    saya rasa mereka hanyalah mahluk berotak kosong yang hanya bisa bekerja jika ada bau uang,
    tipikal orang Indonesia, mereka tidak mengerti apa yang telah mereka lakukan pada alam, tidak belajar bila belum merasakanya sendiri,
    susah deh pokoknya~

  3. 3

    Semakin mantap langkah greenpeace.

  4. 4

    Retno Indriastuti said,

    Moratorium segera. Kita dukung setiap upaya penyelamatan hutan

  5. 5

    Momo said,

    Apa2an sih,,
    cari sensasi aja,,
    Kan bagus kalo kita menghasilkan banyak minyak sawit,,
    toh hutan kita masih luas,
    perubahan iklim di Indonesia jangan salahkan penebang hutan saja!!!
    Lihat kalian sendiri,,
    lebih suka naik motor pribadi atow angkot kalo mau keluar???!!!
    Saya gak menyalahkan jika hutan dibuka untuk lahan pertanian,,
    tapi kalo untuk dijual kayunya, apalagi ilegal,, OMG,, sangat terkutuk

  6. 6

    findi k said,

    Dear Momo,

    Itu nama nya kreatif dan itu namanya udah niat untuk melakukan sesuatu untuk membantu hutan di Indonesia, terlihat lsm internasional masih peduli sama hutan Indonesia mana kita sebagai masyarakat hanya bisa merusak tapi nggak melestarikan. Nggak semua gitu juga sih, tapi harus dilihat juga kampanye hutan greenpeace secara menyeluruh.. Aku baca bahwasanya greenpeace tidak anti kelapa sawit, greenpeace anti dengan perusahaan2 yang merusak hutan dan lahan gambut untuk kelapa sawit dan itu poin penting yang harus dimengerti. Jadi harus spesifik dan untuk membuka lahan untuk pertanian kynya sah-sah aja selama tidak merusak hutan alam dan lahan gambut..

    Tapi aku setuju bahwa semua penduduk bumi yang harus ikut berperan serta dalam mencegah perubahan iklim agar tidak menjadi sangat parah.. ayo sama2 selamatkan hutan, nggak perlu setuju dengan greenpeace klo memang nggak satu visi dan misi, namun mari kita dukung ketika baik dan kita ingatkan ketika tidak sesuai🙂

    salam,
    findi k

  7. 7

    Henry said,

    Mantabs…

    Teruskan perjuangan…

    Alam sangat membutuhkan organisasi ini…

    sayang, gw mau masuk Greenpeace waktu itu untuk wilayah asia pasifik ga bisa.. jadinya tak jadi dech… hehehehe..

  8. 8

    […] karena kemarin tidak memuat berita terbaru. Rantai jangkar kapal tanker Isola Corallo telah diduduki sejak Rabu malam, dan masih berlanjut, tetapi kami tetap menunggu kesempatan lain […]


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: