Cat baru untuk Kapal-Kapal Pengangkut Kelapa Sawit

Painting the Gran Couva, loaded with palm oil from Wilmar © Greenpeace/Novis

Menulis di Gran Couva, Yang memuat minyak kelapa sawit dari Wilmar © Greenpeace/Novis

Saat fajar menyingsing hari dan walaupun hari masih pagi ketika aku mengetik tulisan ini. Kami sudah keluar menuju pelabuhan Dumai dan memasang tulisan di tiga kapal dengan slogan lingkungan. Ketiganya bemuatan kelapa sawit dari perkebunan Riau, sama dengan yang telah kami lihat dari udara dan dari darat selama beberapa hari ini, jadi sangat pantas untuk dilumuri dengan tulisan ‘Forest Crime’ dan ‘Climate Crime’ dengan cat berwarna kuning terang.

Pemberhentian pertama kami dalam ‘tour pelabuhan’ kali ini adalah Gran Couva, kapal tanker besar bermuatan 27,000 metrik ton kelapa sawit milik perushaan raksasa Wilmar –perusahaan yang juga memiliki perkebunan yang pada Sabtu lalu dikelilingi oleh John dari udara– yang akan menuju Rotterdam, Belanda. Dua tim pengecat memulai awal yang hebat, menandai posisi huruf-huruf dan terhenti pada kata ‘Kejahatan’ Teriakan marah yang dilontarkan awak kapal Gran Couva tidak dapat menghalangi para pengecat dan tidak juga selang air yang dinyalakan kearah mereka. Sayangnya cat air tidak bertahan lama dan beberapa huruf mulai luntur.

Defying the water hoses © Greenpeace/Rante

Disemprotkan Air© Greenpeace/Rante

Tim dalam perahu karet kecil menuju buritan kapal mencoba keberuntungan mereka disana, tapi mereka berhadapan dengan selang air yang lebih banyak. Tim kedua dalam Susie Q melakukan lebih baik dan dapat menyelesaikan frase ‘Forest Crime’ di sisi lain simpul kapal. Melihat dari jarak dekat dalam kapal yang disediakan untuk media, aku terkesan dengan para pengecat yang membuatnya terlihat mudah, diantara selang air dan tugas menulis yang janggal dengan kuas roler.

Misi berhasil diselesaikan, saatnya menuju kapal bertikutnya, Smooth Sea yang dioperasikan oleh Musim Mas, satu lagi produsen besar kelapa sawit. Awak kapal kargo yang berkebangsaan Thailand ini (Tujuan: Yangon di Cina) lebih lambat memberikan respon sehingga para pengecat tidak mengalami masalah yang sama dua kali. The Victory Prima (membawa kelapa sawit untuk Sarana Tempa Perkasa) bersandar disebelahnya, untuk variasi para pengecat lalu menulis ‘Climate Crime’ di kapal itu. Awak kapal yang berada di anjungan bersikap lebih tenang, tersenyum dan melambaikan tangan ketika kami pergi, bahkan berterima kasih kepada kami karena menggunakan cat air.

Putting the finishing touches to the Victory Prima © Greenpeace/Novis

sentuhan akhir saat menulis di Victory Prima © Greenpeace/Novis

Pesan datang melalui radio memberikan izin untuk melakukan hal yang sama pada satu kapal lain, sebuah kapal barang bermuatan kayu meranti, aksi kali ini bertema kelapa sawit, tapi kayu gelondongan tidak dapat diacuhkan sebagai hasil dari peritiwa penggundulan hutan disini, jadi ini adalah permainan yang adil. Awak kapal yang kapalnya kami jambangi masih terjaga, tapi tampaknya senang menerima leaflets informasi kampanye yang kami berikan

Tidak ada tanda-tanda tanggapan dari pihak berwenang, karena terbakar keberhasilan ini, tim pengecat bersemangat untuk melakukan hal serupa kepada Gran Couva saat kembali ke Esperanza, tapi para awaknya bertindak cepat dengan selang pipa dan catnya tidak punya waktu untuk kering

Meskipun demikian, itu adalah aktivitas yang berhasil. Saat ini Empat kapal di geladak ditandai karena membawa barang-barang penghancur lingkungan dan aku masih dapat melihat slogan itu dari anjungan kapal Esperanza.

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    Hebat dan salut. itulah kata yang terpikirkan didalam pikiranku.
    Walau kupikir tindakan seperti ini melanggar norma sosial, tapi aku suka cara GreenPeace menyampaikan pesannya..

    Mari selamatkan lingkungan dan kurangi global warming.
    Dukungan dariku untuk greenpeace.

    Let’s act beyond green!.
    Use your bike. Go anywhere!

    Trims.

  2. 2

    wita said,

    hwah!!SUGOI!!!KEREN BGD!!saLut ma aktivis Lingkungan kita!!perjuangan nya itu Lowh..kaya’pahLawan2 zaman duLu yg berjuang tanpa pernah menyerah…^^teruskan perjuangan x-an..sy mendukung sekaLi..toh ini nggak hanya untuk mereka yg memperjuangkan kan?!tp untuk kita semua..for the entire Life..

  3. 3

    semangat terus pertahankan hutan indonesia

    “tegak lurus melawan gravitasi”


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: