Industri kelapa sawit ditutupi greenwash

The handiwork of Sinar Mas, an RSPO member © Greenpeace/Rante

Anggota RSPO sinar mas telah mengerjakan ini © Greenpeace/Rante

Kabut di Jakarta perlahan menghilang dari pandangan dan saat kami sedang berlayar menuju pulau Sumatera. Pulau keenam terbesar di dunia dan rumah bagi spesies langka seperti harimau Sumatera, Badak Sumatera dan tentu saja orangutan. Kami tidak akan mungkin berkesempatan bertemu salah satu dari mereka tetapi yang pasti kami temui adalah – perkebunan kelapa sawit yang sangat luas dan perkebunan yang digunakan untuk bubur kertas di mana hutan dan lahan gambut yang digunakan.

Dan kami melintas khatulistiwa besok pagi. Mengingatkan saya pada pengalaman jika pelayaran Greenpeace melintasi garis khatulistiwa sebelumnya, saya sangat bersemangat dengan apa yang akan terjadi…

Berbicara tentang minyak kelapa sawit, Anda mungkin sudah mendengar sebuah organisasi bernama RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan dari nama itu, Anda mungkin berpikir bahwa seluruh masalah tentang  kelapa sawit, jika tidak terselesaikan, maka setidaknya sudah di bicarakan. Tentu saja, jika tidak ada masalah kami tidak usah repot-repot membawa Esperanza ke Indonesia untuk melakukan protes tentang kerusakaan hutan yang terjadi yang di sebabkan oleh industri kelapa sawit.

Didirikan pada tahun 2001, RSPO dirancang untuk mengatur standarisasi etika dan ekologis untuk produksi kelapa sawit, sehingga tidak ada bisa mencuri lahan mereka atau merusak hutan mereka. Di Situs RSPO sendiri menuliskan terjadinya suatu masalah :

“… ada masalah serius bahwa tidak semua minyak kelapa sawit di produksi secara berkelanjutan saat ini.  Pengembangan perkebunan baru yang mengakibatkan konversi kawasan luas hutan dengan nilai konservasi tinggi dan telah mengancam kekayaan keanekaragaman hayati di ekosistem ini …perluasaan  perkebunan kelapa sawit juga menimbulkan konflik sosial antara masyarakat lokal dan proyek-proyek dalam banyak kasus. ”

Selama bertahun-tahun, daftar anggota-anggota mereka terus bertambah saat ini telah masuk nama-nama merek internasional terkenal seperti Unilever, Netle, Tesco dan cadbury serta perusahaan lain yang kurang terkenal – Cargill, ADM, Duta palma, Sinar Mas, Asian Agri dan banyak produsen minyak kelapa sawit lainnya serta para pedagang lainya adalah anggota organisasi ini. Pertemuan tahunan mereka akan diadakan beberapa minggu kedepan di Bali. Jadi jika industri kelapa sawit ini telah mempunyai kesadaraan bahwa mereka berpotensi menyebabkan kerusakaan baik di masyarakat dan pada lingkungan. Mengapa kita masih mencari bukti siapa perusak hutan? Beberapa minggu yang lalu, kami menemukan buldozer milik sinar mas tengah melakukan pembukaan lahan di dekat Jayapura, Papua dan Sinar Mas adalah anggota RSPO. Ini tentu saja ada suatu ketidak beresan?

Ada suatu dasar prinsip dari RSPO sendiri. Saat ini, dengan standar dan prinsip-prinsip yang kabur dan terlalu lemah untuk benar-benar baik dan kami telah melihat itu, beberapa anggotanya yang senang hati melakukannya di hutan alam dan lahan gambut yang kaya dengan karbon. Tidak ada hukuman atau cara apapun yang di lakukan RSPO, walaupun para anggota harus mematuhui kode etik (pdf) yang menyatakan”Sangat penting untuk suatu kejujuran, kredibilitas dan keberlanjutan dari RSPO bahwa setiap anggota mendukung, mempromosikan dan melakukan produksi, pengadaan dan penggunaan minyak kelapa sawit secara berkelanjutan. “kejujuran”Seperti apa atau “Kredibilitas” macam apa RSPO menutup mata ketika para anggota mereka melakukan pembukaan besar-besaraan di wilayah hutan atau melakukan pengeringan dan pembakaraan lahan gambut?

Hal ini bertambah parah. Ketika dilakukannya pengiriman pertama minyak kelapa sawit yang telah bersertifikat “berkelanjutan” oleh RSPO akan tiba di Eropa pada akhir bulan ini dari perkebunan Malaysia United.  Karena RSPO telah banyak mengeluarkan sertifikasi sekaligus toleransi dan mengasuhkan kerusakan hutan yang di ciptakan Sinar Mas dan teman-temannya, Organisasi ini benar-benar hanya sebuah tameng tebal untuk pencucian nama bagi para anggotanya untuk menjadi tampeng dirinya sendiri

Kami telah melakukan kerja keras melihat pencucian  (Greenwash) perusahaan  ini dan beberapa bukti dalam dua laporan kami di tahun lalu – mengoreng iklim dan membakar kalimantan – untuk menunjukan bahwa RSPO tidak bekerja dengan baik. Pada awal tahun ini kami juga meyakinkan perusahaan Unilever untuk berbuat lebih banyak. Banyak waktu kami habiskan di sumatera untuk mengumpulkan bukti-bukti untuk menunjukan susuatu yang  sangat jelas dan apa yang perlu dilakukan, Seperti segera menerapkan moratorium hutan di Indonesia, sementara masih ada hutan yang harus di jaga.

Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, adalah satu-satunya yang dapat melakukan aksi moratorium ini – katakan kepadanya apa yang harus dialakukan untuk bangsa Indonesia.

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    […] demikian Darshono sepakat untuk bertemu pada pertemuan RSPO minggu depan, tapi kami tetap menegaskan bahwa kami tidak akan menghentikan pembeberan dan aksi […]

  2. 2

    […] ini terjadi di depan hidung Roundtable Sustainable Palm Oil atau RSPO. Sinar Mas adalah anggota RSPO dan menurut prinsip dan kriteria yang ditetapkan […]

  3. 3

    A.mask said,

    Demi kesjhteraan masyrkt.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: