Forests For Climate : skema besar perlindungan untuk hutan

With a scheme like Forests For Climate, intact forests would become more valuable than cash crops like palm oil © Beltra/Greenpeace

With a scheme like Forests For Climate, intact forests would become more valuable than cash crops like palm oil © Beltra/Greenpeace

Perubahan terjadi hari ini. Kami menyambut beberapa awak baru yang akan bergabung di pelayaran ini menuju sumatra dan lahan gambut di propinsi Riau. Setelah saya menemani satu dari dua orang dari mereka untuk berkeliling di Esperanza, jadi teringat pertama kali saya berada di sini tiga minggu yang lalu. Sulit di bayangkan bahwa kapal ini sekarang menjadi bagian dari hidup saya walaupun saya baru juga.

Kamu akan mengenal beberapa dari mereka di beberapa minggu mendatang tapi hari yang sangat besar adalah hari ini yang diharapkan menjadi puncak dari seluruh pelayaran ini. Di ruang VIP terminal penumpang pelabuhan Tanjung priok di Jakarta, Kami memaparkan proposal “Forest for Climate” yaitu suatu mekanisme pendanaan dari negara-negara yang  tela berkembang untuk mempertahankan hutan di Indonesia, Brazil dan di tempat lain, dengan harapan dapat menghentikan deforestasi di seluruh dunia.  Saya mencari sedikit demi sedikit dan melahap proposal ini beberapa minggu lalu, tapi ini sesuatu pekerjaan yang sangat rumit  jadi ini sesuatu yang sangat penting dan akan ada rinciannya nanti.

Acara yang di selenggarakan bersama menteri lingkungan hidup, Rachmat Witoelar yang membuka acara ini. ” perubahaan iklim  tidak dapat kita hentikan jika kita tetap melakukan kegiatan-kegiatan seperti biasa,” Ungkapnya, dan menambahkan bahwa ia mau indonesia bergerak menurunkan karbon serta dapat memecahkan masalah kemiskinan yang sebagian besar masyarakat kita.

Christoph Thies, Juru kampanye  Greenpeace yang berasal dari Jerman, menjelaskan inti dari proposal  yang sangat hebat di ikuti  slideshow dari  Arief Wicaksono, penasihat politik Greenpeace di Jakarta, yang meliputi beberapa yang bersifat teknis. Christoph adalah salah seorang otak di belakang terciptanya proposal tersebut , dan ia terus menekankan betapa pentingnya pendanaan perlindungan hutan. Negara-negara maju perlu mengurangi karbon emisi mereka sendiri serta mengalirkan uang untuk melindungi hutan, jika tidak ada tindakan nyata yang akan melindungi iklim seperti proposal lain yang banyak dikemukakan

Dampak dari deforestasi pada  perubahan iklim akan menjadi agenda penting pada pertemuan  PBB mengenai perubahan iklim di Kopenhagen Desember mendatang, ketika tahap kedua protokol kyoto  dan negara-negara  donor yang mungkin akan menyumbangkan dana untuk karbon akan di undang seperti Jerman, Belanda, Norwegia, Australia, Inggris dan Jepang. Mereka adalah para donor potensial perlu mengetahui beberapa syarat  yang harus dilakukan, sebelum di mulainya pengaliran dana untuk perlindungan hutan dan jika rencana ini akan berjalan secara efektif.

A lorry travels through a palm oil plantation in Sumatra &copy Beltra/Greenpeace

A lorry travels through a palm oil plantation in Sumatra © Beltra/Greenpeace

Salah satu syaratnya adalah moratorium deforestasi di Indonesia ( Tuliskan surat dukunganmu pada presiden Indonesia), apa yang kami meminta Presiden untuk melaksankanannya –  ini akan memberikan sedikit waktu untuk melakukan suatu perbaikan tata kelola  mencari cara untuk perlindungan hutan selamanya. Persyaratan lainnya adalah  adanya pembangunan perekonomian yang berkelanjutan untuk masyarakat lokal adalah sesuatu yang terpenting, sehingga uang yang masuk tepat dimana dana itu di butuhkan bukan menjadi rekening seseorang di bank swiss.

Persyaratan lainnya dan memastikan dana tidak masuk ke rekening bank

Pra-syarat lainnya adalah memastikan dana yang di aliran benar-benar kedalam hutan yang ada, bukan pada hutan reboisasi atau hutan yang telah dihancurkan pada musim semi akan menangkap karbon seperti suatu jebakan, sebisa mungkin kita hindari. Kami juga menginginkan bahwa perusahaan yang melakukan penimbunan lahan tidak membuat suatu keuntungan dengan menjual ijin mereka untuk pembalakan dan pembukaan perkebunan kelapa sawit kepada pemerintah, yang akan membuat dana tersebut tidak mengalir kepada masyarakat dan akan masuk kedalam kantong mereka sendiri.

Tapi ini tidak semua dari pembicara dari Greenpeace ada beberapa perwakilan dari Propinsi Riau, Banda Aceh dan Kalimantan Tengah juga hadir pada acara tersebut. Perwakilan dari dari pemerintah Riau Susanto Kurniawan yang memberikan sedikit presentasi dengan data mencengangkan : sejak tahun 1982, Riau kehilangan 61.5% hutan dan lahan gambutnya, penurunan luasan hutan dari 6.5 juta hektar menjadi 2.5 juta hektar. Dipresentasi lain dari perwakilan Proponsi Nangro Aceh Darussalam mereka menjelaskan bagaimana gubernur mereka mendukung penghijauan dengan menjaga hutan alam mereka dan memelihara lingkungan secara keseluruhan dan bisa mendapatkan bantuan pendanaan dari penyelamatan tersebut.

Kita tidak memiliki waktu yang panjang untuk dapat menjalankan proposal ini. Dan seperti yang di tekankan Christoph, ini hanya bisa di lakukan untuk negara-negara yang telah maju untuk menyumbangkan dana dan memelihara hutan di Indonesia dan dimanapun.  Dahulu, mereka bertanggung jawab akan tingginya emisi gas rumah kaca dan tingginya deforestasi yang terjadi saat ini. Jadi para perusaklah yang harus membayarnya.

Jangan lupa, kamu bisa membantu menuliskan surat kepada presiden Indonesia untuk memintanya melaksanakan Moratorium  jika proposal Forest for climate ini mau berjalan. Dan besok kami akan meningglkan jakarta menuju sumtra untuk melihat kehancuran hutan yang di sebabkan perkebunan kelapa sawit yang telah merusak lingkungan di sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: