‘Ini lebih berarti dari sekedar memakai t-shirt’

Madeleine on the bridge of the Esperanza © Greenpeace/Rante

Madeleine berada di anjungan kapal Esperanza © Greenpeace/Rante

Rasanya sedikit aneh berlabuh setelah sepuluh hari di laut. Aku bangun pagi ini dan melihat Jakarta muncul di ufuk dengan berjajar kapal-kapal container sepanjang jalur menuju pelabuhan Tanjung Priok, dan sayang sekali lautan biru dan awan-awan putih telah berganti menjadi air pelabuhan yang keruh dan selimut awan kelabu. Tetapi energi yang terpancar dari tempat ini sangat menular dan aku sangat ingin turun untuk melihat-lihat.

Sebelum kita memulai bagian berikutnya dari pelayaran ini dan benar-benar melihat kerusakan yang ditimbulkan terhadap lingkungan akibat kelapa sawit, hanya ada satu wawancara yang tersisa untuk ditampilkan. Madeleine adalah nakhoda kapal ini, dan walaupun ini kali pertama dia menjadi kapten kapal Greenpeace, dia telah terlibat lama dalam organisasi ini dan organisasi lingkungan lain serta pekerjaan kampanye sosial lainnya.

Di sini dia menggambarkan pengalaman pertamanya dengan kapal Rainbow Warrior di Pasifik dan mengapa dia menyukai aksi langsung.

“Aku teringat pertama kali waktu akan ikut serta dengan Rainbow Warrior, sebelumnya aku telah berlayar dengan kapal replika Rainbow Warrior tapi dikelola sebagai kapal pesiar swasta – jadi kapal itu dipelihara dengan baik, memiliki pendanaan yang besar dan selalu dalam kondisi yang baik. Ketika aku  akan naik kapal Rainbow Warrior di Auckland, aku  pergi sendiri ke pelabuhan – aku  tidak tahu ternyata ada yang menjemput di bandara dan aku  lewati saja.

“Jadi waktu aku duduk di dermaga, memandangi kapal sebelum menaikinya, aku pikir, ‘Kelihatannya seperti sekumpulan orang aneh!’ Benar, itu yang aku  pikir. ‘Apakah aku  akan berlayar dengan mereka? Mereka sungguh terlihat seperti sekumpulan gelandangan’.  Tetapi sekarang aku mencintai mereka.

“Waktu pertama naik, setahu aku kita akan tur di New Zealand tetapi ternyata kita akan ke atol di Muoroa untuk memprotes pengujian bom nuklir. Suatu kehormatan besar menjadi bagian dari kapal itu, dan menjadi bagian dari kampanye yang sangat penting dan bersejarah.

“Ini adalah impianku yang menjadi kenyataan. Aksiku yang pertama adalah membawa perahu karet ke situs pengujian bom nuklir di Pasifik. Ini persis apa yang aku bayangkan apa itu Greenpeace, dan tadinya ini semua tampak mustahil.

“Kami dikelilingi oleh angkatan laut Perancis, angkatan militer yang kuat, dan aku dibiarkan di tengah-tengah lautan di tengah malam, 20 mil dari daratan terdekat dan daratan terdekat itu adalah tempat pengujian bom nuklir. Tugasku adalah membawa kapal karet dalam kegelapan malam, melewati karang-karang dan memanjat sebuah anjungan pengeboran dimana mereka akan melakukan uji nuklir. Ini benar-benar fantasi masa kecilku, sungguh asik.

“Kami berhasil melakukan aksi itu dan walaupun kami tidak bisa menghentikan semua tes nuklir, aku pikir paling tidak kami berhasil membawa masalah ini ke permukaan dengan memasukkannya ke halaman muka koran-koran dunia.

“Aku  selalu merasa bersemangat dengan aksi langsung dan aku  telah terlibatr dengan hal ini sejak di universitas ketika aku terlibat aksi-aksi langsung dalam isu sosial dan lingkungan. Aku  pikir ini alat yang sangat efektif dan pelampiasan yang baik untuk mereka yang benar-benar percaya pada pekerjaan mereka di kampanye lingkungan – daripada hanya menulis, melaporkan dan bicara, kamu bisa melakukan sesuatu. Kamu bisa lansgung mengatakannya sendiri, ini yang aku  percaya. Ini lebih kuat daripada sekedar memakai t-shirt.”

1 Response so far »

  1. 1

    hazniel said,

    terima kasih greenpeace yang telah memperhatikan hutan Indonesia, paru-paru bumi dan warisan anak cucu kita. Vielen Dank. Ich bin stolz auf euch alle.. macht weiter!


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: