Manusia di Atas Langit

Shaun in flight © Greenpeace/Rante

Shaun di dalam helikopter © Greenpeace/Rante

Seseorang yang telah mengambil bagian dalam seluruh penelitian kami bersama helikopter Tweety, tentu saja  sang pilot . Shaun (Dingo pangilan di Kapal)  telah melakukan misinya selama di Indonesia dan Papua Nugini. Dan saat ini, dia cukup baik dalam memperbandingakan ke dua wilayah  antara Papua Nugini dan Indonesia.

Siapa saja yang telah melakukan penerbangan  dan apa yang mereka lihat?

Sering sekali dengan Bustar, Juru Kampanye hutan. Ia juga melakukan penerbangan dengan para wartawan untuk memastikan bahwa ia memberikan penjelasaan tentang area yang di lihat. Seperti tentang pembalakan apa saja yang sedang terjadi atau apakah itu benar-benar hutan asli dan tentunya untuk dokumentasi. Saya pun melakukan penerbangan dengan photographer dan videographer untuk dokumentasi.

Anda juga melintasi  hutan papua nugini saat kapal  Esperanza berada di sana beberapa minggu yang lalu. Apakah anda memperhatikan ada perbedaan di kedua sisi pulau ini?

Perbedaan utama  antara Papua dan Papua Nugini adalah perbedaan besaran  populasi. Di Papua Nugini, masyarakat adat lebih banyak tersebar di dalam hutan dan sepanjang sungai. Sedangkan di Papua, mereka seolah-olah hanya bermukim di kawasan permukiman dan menjadi lebih modern dengan rumah-rumah yang terbuat dari atap timah, berada di pinggir jalan. Ini benar-benar sesuatu yang tidak biasa.

Penerbangan yang paling berkesan selama ini?
Sebagian besar penerbangan sangat berkesan dengan melihat pemandangannya yang sangat luar biasa. Tentu saja, Papua New Guinea dengan semua pegunungan dan semua alamnya, dan juga di Papua yang juga memiliki pegunungan dan hutan yang sama, tetapi  tidak begitu banyak kegiatan pembalakan di Papua.  Tetapi  pantai di sepanjang Papua sangat indah – pantai yang alami, terumbu karang, dan serta gugusan pulau-pulau.

Apakah perbedaan mendaratkan helikopter diatas kapal dengan di lahan?
Ada perbedaan yang sangat besar.  Angin menjadi penentu paling utama,  tetapi umumnya ia menjadi penentu di lapangan – Anda tahu di mana angin berhembus dan anda mendarat di tempat yang pastikan.  Tetapi dengan kapal, yang selalu bergerak dan harus memposisikan helikopter secara benar. Dan juga berharap landasan tidak bergerak karena terlalu banyak gelombang besar.

pada pelayaran ini saya merasa cukup mudah karena gelombang laut yang tenang tetapi saja juga pernah mendaratkan dengan buruk dan macet. Dan hal yang sangat menyedikan yaitu ketika akan memasukkannya ke dek di saat kapal banyak bergerak dan membuat pusing, dan itu menjadi sesuatu yang tidak biasa.  Bahkan terkadang saat akan medarat dan helikopter bergerak kekanan dan kekiri secara tidak menentu dan membuat anda berfikir ” Woah, Ada apa ini?” Hal itu tentu saja merupakan situasi yang berbeda.

Dengarkan wawancara dengan shaun`s yang telah melakukan penerbangan di pulau nugini

1 Response so far »

  1. 1

    zorock said,

    cumvah keren bgt.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: