Manokwari, Kami Datang!

A dance troupe from Manokwari take a tour of the Esperanza's bridge © Greenpeace/Rante

Kelompok penari dari sebuah desa di Manokwari melakukan tur di atas Kapal Esperanza© Greenpeace/Rante

Setelah selama sembilan hari kami di laut, Esperanza akhirnya berlabuh di Manokwari pagi ini. Sekelompok orang telah menunggu di dermaga, walaupun langit sedikit mendung kami mendapat sambutan yang sangat meriah dengan warna-warna eksotik menjadi biasa untuk saya pada perjalanan ini. Dengan tarian dan lagu-lagu tradisional untuk menyambut kami turun dari kapal.

Kota Manokwari tidak seperti yang saya bayangkan. Di bayangan saya kota ini adalah kota yang banyak industri dan gedung-gedung beton, tetapi walaupun saya belum beranjak dari pelabuhan kota terlihat sangat menyenangkan. Kota ini adalah kota yang kecil, terlihat dari atas kapal. Sebagian kotas ini tertutup oleh pohon kelapa dan pepohonan. Kota ini berada di dekat hutan yang sangat lebat dengan pohon-pohon tropisnya yang sangat tinggi dekat beberapa bangunan.

Mungkin karena kedekataannya dengan hutan membuat masyarakat di Manokwari sangat berkomitmen untuk melindungi hutan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika masyarakat manokwari yang berada di dermaga berkumpul. Secara spontan orang-orang itu bersalaman dengan saya (atau hanya mencoba baik karena saya berbaju Greenpeace) dan banyaknya gemuruh tepukan saat wakil bupati Manokwari Buinei Dominggus berbicara pada acara penyambutan.

Buinei menyatakan bahwa hutan dan manusia tidak dapat dipisahkan, tetapi keserakahaan manusia untuk merusak hutan berarti sama saja mereka merusak kami dan diri mereka juga. Beliau juga mengingatkan bencana alam yang akan terjadi jika penghancuran ini terus berlangsung, dan meminta dukungan dari negara-negara lain untuk melindungi warisan hutan alam di Papua ini. Semoga saya mendapatkan penjelasaan yang benar karena ini sangat berarti sekali untuk saya sebvagai penulis.

Jumpa Press berlangsung di landasan helikopter di mana para wartawan ditunjukan beberapa foto udara hasil dari pantauan yang telah kami lakukan selama perjalanan dari Jayapura. ini adalah suatu bukti yang jika tidak di hentikan maka hutan di daerah ini akan berangsur-angsur hilang.

Tetapi Sekarang anda dapat ikut melakukan sesuatu. Anda dapat mengirimkan emmail kepada Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, untuk memintanya untuk segera menyerukan moratorium konversi hutan di seluruh Indonesia sebelum terlambat. Anda tidak harus tinggal di Indonesia untuk mengirimkan email ini, karena apa yang terjadi pada hutan Indonesia akan mempengaruhi kita semua.

Petisi untuk hutan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: