Melihat Hutan Papua dari Ketinggian

Bustar returning from one of research trips © Greenpeace/Rante

Bustar setelah melakukan penelitian© Greenpeace/Rante

Dalam beberapa hari pelayaran ini kami melakukan pemantauan udara hutan papua dengah helikopter kami. ini lah beberapa cerita – bagus dan buruk – yang telah kami temukan sejauh ini.

Rabu, 8 Oktober 2008

Kami melakukan penerbangan bersama helikopter Greenpeace untuk melihat salah satu kegiatan perusahaan kelapa sawit di Papua. Seharusnya kami melakukan penerbangan bersama beberapa orang penting – Ketua DPRD Papua dan Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Papua – Tapi mereka membatalkannya di detik-detik terakhir . Seorang wartawan dari salah satu media cetak, Media Indonesia terbang bersama kami dan mereka akan menulis cerita tentang ini.

Penerbangan kami hari ini melihat perkebunan kelapa sawit di Kabupaten lereh di Jayapura milik Sinar Mas Group. Sinar Mas adalah salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia , saat ini mereka sudah memiliki konsesi lebih dari 1 juta hektar. Di Papua, Sinar Mas berencana untuk membuka 2 juta hektar perkebunan kelapa sawit dan sebagian besar dari wilayah tersebut adalah hutan alam.

Apa yang kami lihat sangat mengejutkan, kami menemukan wilayah pembukaan baru di Lereh. Tiga bulan yang lalu kami melakukan pemantauan udara di wilayah yang sama dan hanya menemukan sedikit wilayah pembukaan baru di hutan. Hari ini, Kami menemukan kurang lebih ada tujuh alat berat yang sedang melakukan pembukaan di tengah hutan yang banyak ditumbuhi pepohonan sagu (makanan pokok masyarakat Papua) di area tersebut; Kami juga menemukan beberapa wilayah yang telah terbakar. Membakar hutan adalah salah satu cara termudah untuk membuka hutan tetapi juga melepaskan banyak karbon ke atmosfir.

Bulldozers drag felled logs through the forest near Sarmi © Greenpeace/Rante

Buldozer sedang mendorong kayu bulat di hutan dekat sarmi© Greenpeace/Rante

Kamis, 9 Oktober 2008

Penerbangan pertama kami hari ini pukul 9 pagi. Kami terbang mengelilingi wilayah kegiataan pembalakan yang di lakukan PT. Bina Balantak Utama (BBU) sekitar wilayah Sarmi, Kurang lebih 150 mil dari Jayapura. Kami menemukan beberapa alat berat sedang melakukan pembalakan di hutan. Perusahaan ini melakukan kegiataan dengan ijin tetapi kami tidak mengetahui secara terperinci kegiatan mereka di dalam hutan. Di wilayah tersebut banyak di temukan jalan-jalan pembalakan yang lama tetapi ekosistem di wilayah tersebut perlahan sudah mulai pulih kembali. Saya melakukan penerbangan di wilayah ini dua tahun yang lalu dn menemukan banyak kegiatan pembalakan tetapi sekarang terlihat kegiatan pembalakan menurun, kemungkinan di karenakan larangan ekspor kayu bulat yang di berlakukan oleh pemerintah Papua.

Pada penerbangan kedua, kami melihat wilayah dengan keindahannya, hutan alam. Bersama dua wartawan yang ikut serta pada pelayaran Esperanza. Wilayah yang kami pantau adalah wilayah yang telah di berikan pada perusahaan kelapa sawit bagian dari Grup Asian Agri. Hutannya masih sangat alami, dari Helikopter dapat dilihat wilayah dengan keankaragaman hayati yang sangat tinggi. Wilayah ini harus segera di selamatkan dan ini adalah tantangan besar untuk kita dan memastikan wilayah ini tidak hancur.

Jumat, 10 Oktober 2008

Mamberamo adalah sungai terbesar di Papua dan didekatnya kita bisa lihat pegunungan Mambramo Foja. Pada tahun 2005, Suatu tim yang di dukung Conservation International menemukan binatang dan tumbuhan spesies baru di wilayah tersebut. Beberapa perkampungan bisa terlihat dari udara – tidak begitu banyak orang tingal di hutan, tetapi setiap bagian dari dari hutan tersebut adalah milik seseorang dari masyarakat adat.

Hampir di seluruh wilayah ambramo masih hutan alam. Lima tahun yang lalu, ada beberapa pembalakan yang terjadi di wilayah tersebut, yang bisa kita lihat dari jalan-jalan yang dahulu di gunakan – Hutan di Papua bisa secara alami kembali seperti semula dengan cepat. Di wilayah seperti ini dimana sudah terjadi pembalakan, pemerintah mengatakan bahwa hutan tersebut telah terdegradasi (kritis), dan bisa di jadikan alasan untuk digunakan untuk kegiatan lain. Tetapi masih ada kemungkinan hutan ini kembali seperti semula.

Hanya ada satu kegiatan pembalakan di wilayah tersebut, yang dimiliki oleh PT. Wapoga Mutiara Timber dan kami melihat begitu banyak kayu bulat yang siap di kirim ke suatu tempat dan jalan-jalan yang menyebar.

A rainbow arches over an area of rainforest in Papua, Indonesia &copy Greenpeace/Rante

Pelangi menghiasi hutan papua, Indonesia© Greenpeace/Rante

Sabtu, 11 Oktober 2008.

Penerbangan pagi ini pada pukul 7 am, dengan fotografer Ardiles dan Hernan dengan kamera videonya untuk memantau wilayah Waropen, dimana terdapat tiga perusahaan pembalakaan memiliki izin tebang di sana. Semua area di wilayah ini masih menjadi hutan utuh dan beberapa waktu yang lalu beberapa pembalakan terjadi dan sudah kembali, Jadi tidak begitu banyak yang dapat kita lihat disana. Tetapi ada suatu kegiatan yang terjadi disana yaitu pembuatan jalan untuk trans papua

Pada penerbangan sore hari kami melihat pulau Yapen, daerah yang direncanakan pemerintah Papua sebagai daerah percontohan untuk penataan hutan dan juga dapat menghasilkan uang dari penyerapan karbon. Dan di wilayah tersebut masih tertutup hutan yang alami – ada perusahaan pembalakan hutan disini tapi sudah tidak beraktivitas lagi dan juga kami menemukan tempat pengumpulan kayu yang dimiliki perusahaan Korea yang masih beroperasi tetapi pada saat ini hanya pada skala kecil.

Luasan hutan alam yang utuh masih ada , tetapi kami juga harus memastikan bahwa akan tetap ada dan dilindungi. Sayangnya, kami akan melihat lebih banyak lagi wilayah kritis selama beberapa minggu mendatang.

Ditulis oleh Bustar maitar,Juru Kampanye hutan, diatas kapal Esperanza

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: