Semangat kebersamaan di Pertemuan Perlindungan Hutan

Greenpeace Southeast Asia campaign director Shailendra Yashwant at the forest protection seminar in Jayapura © Greenpeace/Rante

Setelah segala kemeriahaan dari acara penyambutan dan kapal berlabuh di Jayapura (walaupun hanya satu malam berlabuh di pelabuhan itu), Hari ini di mulailah fokus penting dari tujuan kampanye kami. Juru kampanye Greenpeace di Papua bersama dengan beberapa kelompok Swadaya masyarakat dan organisasi lain – termasuk FOKER (Forum Kerja Sama) LSM Papua – yang  fokus pada penyelamatan  hutan. Kehadiran Esperanza adalah suatu moment penting untuk membawa semua publik untuk bersama menghimpun dukungan untuk penghentian pengrusakan hutan “zero deforestation” di Indonesia

Seluruh peserta yang hadir mempunyai perbedaan minat dan kepentingan, tetapi mereka hadir dengan satu tujuan yang sama yaitu untuk melindungi hutan serta mempertahankan hak-hak masyarakat adat Papua yang hidupannya bergantung pada hutan. Kedua masalah tersebut sangat berkaitan satu sama lain dan suatu yang mustahil untuk di bicarakan tentang satu masalah tanpa berdiskusi bersama dengan yang lain.

Sebagai pengagas pertemuan tersebut, tentu Greenpeace hadir di tempat tersebut (termasuk saya), Shailendra Yashwant (Direktur kampanye Greenpeace Asia tenggara), Lienche Maloali dan Bustar Maitar ( Keduanya Juru Kampanye Hutan Greenpeace), dan banyak lagi perwakilan dari organisasi lain ikut berbicara pada pertemuan tersebut.

Diskusi dipimpin Bustar Maitar bersama Gorgorilus Yaboisembut ketua dewan adat tanah papua membicarakan bagaimana pengelolaan hutan secara berkelanjutan dan hak-hak masyarakat yang kehidupannya bergantung pada hutan sekarang menjadi perdebatan di tingakt nasional dan internasional. Yang juga berbicara di pertemuan tersebut adalah Frans Wospakrik dari Majelis Rakyat Papua mengungkapkan tentang bagaimana ekologi dan kebudayaan dapat menghargai  dan melindungi hutan, Edison Giay dari Perkumpulan Terbatas Penkajian Pemberdayaan Masyarakat Adat menjelaskan bagaimana pemetaan tanah adat dapat digunakan ketika masyarakat mendapat permasalahan dengan kepentingan komersial dan politik.

Leonard Imbiri

Leonard Imbiri

Saya tidak paham bahasa Indonesia, saya tidak mengikuti seluruh diskusi tetapi jika boleh saya mengatakan beberapa dari perwakilan yang datang berbicara dengan kesabaran yang baik dan pada saat yang sama dengan tingkat emosi yang tinggi. Walaupun demikian, saya dapat melakukan wawancara dengan beberapa peserta termasuk Leonard Imbiri dari Dewan Adat Papua. Leonard menjelaskan masalah saat ini adalah undang-undang pemetaan antara hutan milik masyarakat dan negara. Tetapi diskriminasi terhadap masyarakat adat yang tinggal di tanah milik negara telah ditindas hak-hak azazi mereka.

Beliau juga menjelaskan dengan bekerja sama dengan Greenpeace memberikan banyak manfaat dan bantuan untuk kampanye Dewan Adat Papua. Tapi harus terus di ingatkan bahwa hak-hak masyarakat adat Papua jangan sampai di lupakan dalam usaha untuk melindungi hutan.

Saya juga berbincang dengan Frans Wospakrik dari Majelis Rakyat Papua. Dia juga menegaskan hal terpenting dari hak-hak asasi yang di miliki masyarakat adat sudah memiliki pemahaman dan pengetahuan untuk melinduingi hutand pada akhirnya, Mereka telah tinggal disana dengan nyaman lebih dari ratusan tahun. Memberi pendampingan dan mendukung masyarakat adat dalam berkampanye itu sangat penting ujar frans.

Frans Wospakrik

Frans Wospakrik

Tapi inti dari semua yang saya dapatkan di acara hari ini adalah semangat baru dari suatu harapan untuk masa depan. Dengan banyaknya peserta di satu ruang yang sama dari berbagai organisasi memilih untuk bersama-sama menyelamatkan hutan Papua, ini dapat memperlihatkan bahwa kebersamaan tidak akan membuat mereka gagal.

posted by Jamie on board the Esperanza

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: