Berita terbaru kami yang cukup menyenangkan: pemanjat kami telah dibebaskan tanpa tuntutan, tidak dari polisi, dari Wilmar ataupun dari Gran Couva
Kami juga diminta untuk segera meninggalkan Dumai, tapi kami masih tetap di sini.
Berita terbaru kami yang cukup menyenangkan: pemanjat kami telah dibebaskan tanpa tuntutan, tidak dari polisi, dari Wilmar ataupun dari Gran Couva
Kami juga diminta untuk segera meninggalkan Dumai, tapi kami masih tetap di sini.

polisi memaksa pemanjat itu turun dari rantai jangkar kapal Gran Couva © Greenpeace/Novis
Saya berharap kami berhasil mempertahankan pendudukan rantai jangkar setidaknya selama 24 jam dan pagi ini tampaknya kami akan berhasil. Tetapi pada akhirnya kurang 40 menit, karena pada jam 12.45 siang pemanjat kami diturunkan dari Gran Couva dan diangkut oleh polisi. Pada akhirnya, aksi kami berhasil memperlambat keberangkatan kapal Gran Couva untuk memuat minyak kelapa sawitnya, ditambah kami berhasil membuat keributan besar pada tingkat pemberitaan media lokal, nasional dan internasional tentang hubungan antara perdagangan minyak kelapa sawit dan pembukaan hutan.
Menurut koordinator logistik kami, Ric yang berada di tempat kejadian, kapal polisi berkumpul sejak pagi hari kira-kira berjumlah sekitar 60 orang. Mereka menunggu di bawah rantai jangkar. Kapal polisi sempat mengalami kecelakaan ketika masuk, bertabrakan dengan Gran Couva sebelum akhirnya mundur ke jarak aman. Kerumunan bertambah dengan datangnya kapal pompong yang menjual nanas, buah-buahan, bawang merah dan barang-barang kebutuhan lainnya, terlihat seperti toko-toko terapung kecil dan juga seperti sekumpulan penonton yang sedang menonton drama pertunjukan.

Bustar melakukan negosiasi dengan petugas pelabuhan © Greenpeace/Rante
Bustar keluar dari Esperanza untuk berunding dan diperlakukan seperti selebriti kecil oleh polisi—mereka mengingatnya dari kedatangan Rainbow Warrior pada tahun lalu dan banyak yang ingin berfoto bersamanya. Bahkan sepertinya ada momen pemberian hormat.

Pemanjat Greenpeace di kepung para polisi © Greenpeace/Rante
Tapi dengan peringatan seperti, “tolong pemanjat anda segera turun dalam waktu 15 menit atau kami turunkan dia”, tidak ada ruang untuk negosiasi dan pada akhirnya, keputusan akhir berada pada pemanjat untuk tetap tinggal.
Sebuah usaha dilakukan untuk menurunkan rantai jangkar untuk mendekatkan pemanjat kami ke polisi, tapi dia justru bergerak semakin ke atas. Akhirnya seorang polisi memanjat rantai sampai dia berada di atas aktivis kami, lalu secara bertahap mendorongnya turun sampai polisi yang lain dapat melepaskan ikatan pemanjat kami. Dia kemudian dibawa oleh polisi dan aku diberitahu kalo dia baik-baik saja.
Gran Couva langsung meninggalkan pelabuhan Dumai untuk mengantarkan 27,000 metric ton minyak kelapa sawit sampai ke Rotterdam tiga minggu lagi. Kami telah diminta untuk meninggalkan pelabuhan ketika pemanjat kami ditahan. Kami akan tetap berada disini sampai beberapa waktu lagi.
Sementara, dengarkan percakapan antara kapten Madeleine dengan syahbandar pelabuhan ketika dia diminta agar pria dalam rantai jangkar dengan sukarela pindah ke kapal lain.

The hoses are turned on Adon, attached to the anchor chain of the Gran Couva © Greenpeace/Novis
Kami telah memulai permainan kami di Dumai dan kembali setelah tahap meluklis pagi ini di kapal Gran Couva. Setelah kembali ke Esperanza untuk beristirahat, membersihkan perahu karet dan makan siang ( siapa bilang aksi tidak beradab), satu tim kembali menuju kapal tanker tapi kali ini aksi menggantung hanya dengan satu orang saja dan dia harus berada di rantai jangkar kapal tanker Gran Couva.

Adon on the chain © Greenpeace/Novis
Salah satu teman kami Adon memanjat rantai dan menempatkan diri jadi mereka tidak bisa mengangkat jangkarnya. Ini menandakan kapal itu tidak bisa meninggalkan pelabuhan dan keadaan ini sangat tidak menyenangkan untuk Wilmar, Perusahan yang pemilik minyak kelapa sawit.
Ini seperti apa yang kami inginkan karena, Wilmar adalah anggota dari RSPO, tapi tidak ada tindakan berkelanjutan dari perusahaan yang melakukan perusakan hutan dan lahan gambut untuk menanam kelapa sawit.
Membuat awak kapal Gran Couva sangat semangat selang air tadi, ini bukan menjadi gangguan untuk Adon untuk mendapatkan posisi bagus tapi keadaan itu hanya berlangsung 30 menit
Dia tetap bergelantung di sana dan ucapan terimakasih untuk kemampuan negosiasi dari Paul elektriksti kami. Dia ikut mendampingi di kapal karet tapi dengan kemampuan bahasa india yang dapat berkomunikasi dengan awak kapal yang membuat mereka menghentikan selang air tersebut.
Saat itu, Kami mendengar kabar dari kepala pelabuhan yang mengatakan bahwa kami harus segera menghentikan kegiatan kami dan polisi datang ke kapal tanker tersebut untuk melihat apa yang terjadi. Kita akan melihat apa yang akan terjadi, tapi sekarang Adon masih berada di rantai kapal dan Gran Couva tidak bisa pergi kemana-mana.